11Oct/22

Afif dan Mai: Sukses di Jamnas

Pramuka, PMR, dan Paskibra atau dikenal dengan 3P menjadi beberapa pilihan ekstrakurikuler paling diminati oleh siswa MTsN-1 Kota Palangka Raya.

Pramuka menjadi salah satu ekskul yang banyak mendapatkan sorotan dari beberapa peminat khususnya siswa yang telah mengikuti pramuka sejak SD/MI. Karena kecintaan dan minat yang telah merasuk dalam jiwa, sebagian besar dari mereka akan lebih bersemangat melanjutkan kegiatan serupa di MTsN-1 Kota.

Muhammad Afifurrahman dan Maisuci Unzila adalah diantaranya. Keduanya menekuni minat dan bakat dalam Ekskul Pramuka hingga berhasil lolos dalam seleksi Jambore Nasional XI tahun 2022 yang dilaksanakan selama 3 hari mulai dari 26-28 Mei 2022 di Sanggar Pramuka Kwartir Cabang Palangka Raya.

Kata Jambore tak asing di telinga kita, bukan?

Jambore adalah pertemuan besar yang dilakukan para anggota Pramuka dari seluruh Indonesia. Pertemuan ini dilakukan setiap 5 tahun sekali dengan beberapa tahapan penting. Afif dan Mai berhasil melewati seleksi Gudep (Gugus Depan) pada tahap awal. Tahap kedua di tingkat Kwaran dan tahapan ketiga yaitu tahap Kontigen Kwarcab. Siapapun yang berhasil melalui tahap akhir berhak mendapat tiket keberangkatan ke Jambore Nasional.

Di Jambore Nasional, peserta dari berbagai provinsi berkumpul menjadi satu dan berbaur dengan membawa dan memperkenalkan budaya masing-masing. Beberapa kegiatan inti yang diikuti peserta adalah pendidikan dari seni budaya, pameran informasi, pelestarian budaya, penampilan seni daerah, karnaval dan festival nusantara, pemutaran film pendidikan, diskusi pendidikan, upacara dan gelar seni. Kegiatan Jambore ini dilaksanakan selama 10 hari di Jakarta Timur, dari 13-23 Agustus 2022.

Untuk dapat mengikuti semua rangkaian kegiatan ini, Afif dan Mai mempersiapkan banyak hal, diantaranya Tanda Kecakapan Umum (TKU) minimal Penggalang Terap, Pinru dan Wapinru pada kegiatan Pramuka penggalang terdahulu. Mereka juga harus mencapai minimal 5 Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Wajib dan 5 pilihan. Beberapa ujian pengetahuan yang mereka lalui adalah Semaphore, Sandi, dan Pionering.

”Kami mendapat banyak pengalaman dari Jamnas ini. Pastinya, aku punya teman dari banyak daerah di Indonesia, mendapatkan dan memperdalam pengetahuan dan keterampilan kepramukaan seperti pembuatan simpul. Alhamdulillah, pokoknya dapat manfaat yang banyak,” ungkap Afif dan Mai dalam wawancara.

“Buat adik-adik kelas yang mau mengikuti Jamnas seperti kami, kalian harus mempersiapkan mental dan juga fisik, kelengkapan perkemahan pramuka, mendalami atau meningkatkan pengalaman Pramuka dan mengasah kemampuan LKBB (Latihan Keterampilan Baris Berbaris). Jika belum berkesempatan di Penggalang, terus berusaha ikut seleksi, karena ada banyak event di Kepramukaan. Apalagi jika nanti jika sudah menjadi Penegak dan ikut saka tinggal pilih mau ikut Perkemahan Bakti Saka yang mana,” pesan keduanya melalui tim Jurnalis MTsN 1 Kota.

Kontributor: Mishelia, Safira, Arisa.

11Sep/22

Maynafla: OSIM Mewadahi Aspirasi Siswa

MTsN-1 Kota Palangka Raya menyelenggarakan Pelantikan Pengurus OSIM periode 2022/2023. Pengurus ini terdiri dari 48 anggota yang terbagi dalam beberapa seksi. Pengurus ini terbentuk beberapa bulan sebelumnya. Ketua OSIM terpilih merupakan kandidat dan pasangan yang mencalonkan diri dengan nomor 01 yaitu Rizqia Rahmatina dan Maynafla ‘Athayaa dan berhasil meyakinkan siswa MTsn 1 Kota Palangka Raya sehingga memenangkan pemilihan Calon ketua dan wakil ketua OSIM.

Setelah pemilihan tersebut berakhir, Maynafla memaparkan bahwa sebelum menjadi pengurus OSIM, seluruh calon pengurus OSIM harus melalui tahap wawancara, tes ilmu pengetahuan umum dan tes fisik yaitu LKBB.

Salah satu tahapan yang paling penting yaitu wawancara calon pengurus OSIM. Dalam wawancara itu, calon pengurus OSIM akan diminta memberikan gambaran tentang visi dan misi masing-masing, khususnya Calon ketua dan wakil ketua OSIM. Sebagaimana kandidat nomor 01 yang mengusung visi misi tersendiri,

“Visi kami selama menjabat sebagai ketua dan wakil ketua OSIM sendiri adalah menjadikan OSIM sebagai tempat aspirasi siswa MTsN-1 untuk menyampaikan harapan serta mengembangkan  aktivitas di bidang akademik  maupun non akademik. Adapun Misi yang akan kami wujudkan selama masa jabatan kami ialah kami ingin sekali meningkatkan dan mewujudkan siswa berkarakter yang diterapkan dengan sikap menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda,” ucap Rizqia dan Maynafla kepada tim jurnalis siswa.

Setelah terbentuk kepengurusan, mereka mengikuti Program Latihan Dasar Kepemimpinan atau LDK pada hari Sabtu-Minggu, 03-04 September 2022 di Aula MTsN-1 Kota Palangka Raya. Usai seremonial serah terima jabatan Ketua dan wakil ketua OSIM dari pengurus sebelumnya, seluruh pengurus mendapatkan bekal untuk menjalankan organisasi ini bersama.

Beberapa materi yang mereka pelajari, diskusikan dan rencanakan untuk diterapkan dalam kegiatan OSIM diberikan oleh kepala madrasah yakni Rita Sukaesih, S.Pd., M.Si. Dalam materi ini Rita memaparkan materi bagaimana cara berorganisasi yang benar menggunakan 4 prinsip yaitu; prinsip POAC yaitu Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling.

Maynafla  Atthaya, wakil ketua OSIM MTsN 1 Palangka Raya menyampaikan kembali Tips Cara Berorganisasi sesuai yang diajarkan oleh kepala madrasah.

“Planning meliputi pengaturan tujuan dan mencari cara bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut,” jelasnya. Lanjutnya, organizing adalah proses dalam memastikan kebutuhan manusia dan fisik setiap sumber daya tersedia untuk menjalankan rencana dan mencapai tujuan yang berhubungan dengan organisasi. Actuating itu perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja. Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Controlling merupakan pengontrolan, agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengontrolan.

Para pengurus OSIM yang mengikuti kegiatan LDK mengatakan bahwa dari kegiatan tersebut mereka mendapatkan pengalaman berorganisasi menambah relasi atau hubungan antar sesama pengurus OSIM, menghargai opini dari anggota OSIM lainnya, berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah, memiliki banyak kesempatan untuk mengikuti kegiatan di dalam maupun di luar sekolah.

“Jadi, ya kita belajar bersama, belajar bekerja sama dan mengelola organisasi semaksimal mungkin. Bu Rita dan bi Hapsyah berpesan bahwa bukan hanya OSIM yang harus belajar, tapi kita semua. OSIM hanya mewadahi, dan menyalurkan aspirasi teman-teman sehingga kita semua dapat terus berkarya untuk nama baik madrasah,” ucap Maynafla kemudian sebelum tim menyudahi wawancara.

Ditulis oleh: Mishelia, Safira Rizky, Fahri Akbar

Editor: Isna Indriati

16Feb/22

Diseminasi Pembelajaran melalui Platform Alef

Ervina, guru Champion Alef wilayah Kalimantan Tengah menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi Platform Alef kepada guru Matematika kelas 7 se-Kalimantan Tengah. Kegiatan ini diselenggarakan secara virtual melalui zoom meeting oleh Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah pada hari Senin, 14 Februari 2022, mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB.  Hadir dalam kegiatan tersebut, para kepala madrasah dan pengawas dari seluruh kabupaten dan kota.

Dalam sambutan singkat sekaligus membuka kegiatan, Kabid Pendidikan Madrasah, Achmad Farichin, berpesan kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan baik. “Ini merupakan kesempatan yang luar biasa sehingga kita bisa saling berbagi tidak hanya informasi melainkan pengalaman. Perkembangan teknologi juga memudahkan kita untuk berkomunikasi, maka elok lah jika pembelajaran juga harus mengakomodasi learning loss yang terjadi selama pandemi.”

Coach success wilayah Kalimantan, Kania Amalia, menjelaskan dengan gamblang tentang kelebihan Platform Alef yang didesain sedemikian rupa untuk memberikan kesempatan kepada guru menerapkan pembelajaran bermakna kepada siswa. “Platform Alef ini menjadi solusi learning loss, kemunduran belajar yang dialami siswa kita. Bapak ibu tidak perlu kuatir karena platform ini ramah kuota. Konsep hybrid learning yang ditawarkan adalah bahwa fasilitas ini dapat digunakan dalam pembelajaran daring maupun luring,” ungkapnya dalam sesi paparan.

Sebagai guru Champion, Ervina melanjutkan dengan berbagi pengalaman berinteraksi dengan siswa Bersama platform Alef. “Kita dimudahkan dengan platform ini. Bapak ibu tinggal daftar mengikuti alur di idn.alefed.com dengan kode akses yang sudah ada. Mengundang siswa pun mudah, kita tinggal salin link lalu kita bagikan melalui grup kelas. Intinya, semakin sering kita membuka laman ini, semakin mudah pula kita memadukan pembelajaran.” Lebih jauh, Ervina menyebutkan bahwa sebagai guru harus terus mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. “Kita mengakui bahwa siswa kita lebih cepat berinteraksi dengan teknologi, makanya kita tidak boleh berhenti belajar hanya karena usia kita, misalnya, jauh lebih tua,” tukasnya sambil berkelakar.

Pada sesi terakhir, Muhamad Saleh Suaidy, Kasi Kurikulum dan Kesiswaan pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalteng menegaskan bahwa adanya platform Alef ini menjadi upaya percepatan dalam mengejar ketertinggalan kesempatan belajar selama perubahan daring dan luring di masa pandemi. “Intinya, kesempatan emas ini tidak boleh disia-siakan. Manfaatkan fasilitas gratis ini untuk memotivasi diri dan siswa dalam belajar, tidak hanya tentang konten tetapi juga konteks khususnya teknologi. Saya Kembali mengingatkan bahwa kualitas madrasah kini harus selalu diupgrade dengan digitalisasi agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkas pria yang kerap menjuarai lomba bulutangkis dan tenis meja di ajang olahraga dan juga mendapat kesempatan mengikuti studi benchmarking singkat di Belanda.

13Jan/22

Piagam Penghargaan dan Uang Pembinaan Siswa Berprestasi

Rabu, 12 Januari 2022, 29 siswa menerima piagam penghargaan dan uang pembinaan dari Kepala Madrasah atas prestasi mereka di bidang akademik selama tahun 2021. Piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh Kabag TU Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah, H. Tuaini, kepala kantor Kemenag Kota Palangka Raya, H. Nur Widiantoro, dan Kasi Dikmad kantor Kemenag Kota Palangka Raya, H. Supiani HK.

Beragam prestasi akademik tingkat kota, dan provinsi ini merupakan hasil partisipasi siswa dalam kompetisi sains madrasah dan nasional bidang Matematika, IPA, dan IPS. Untuk lomba Kihajar, 2 tim dari MTsN 1 Kota Palangka Raya mampu masuk babak Final. Tahap akhir yang diikuti adalah tahap presentasi. Kompetisi terakhir yang diikuti madrasah adalah Giat UKBI Adaptif Merdeka. Dari beragam kegiatan ini siswa belajar bukan hanya tentang materi tetapi kolaborasi dan kekompakan dengan anggota kelompok, kemandirian, juga semangat.

Prestasi yang diraih siswa ini merupakan hasil dari kegiatan bimbingan kurikuler siswa didampingi guru untuk mengikuti kompetisi. Meski pandemi, kegiatan bimbingan dilaksanakan dengan dua cara, tatap muka dan daring. Kesempatan tatap muka hanya dilakukan satu kali sebulan atau saat mendekati waktu lomba.

Pencapaian ini harus menjadi tolak ukur untuk keikutsertaan pada kompetisi mendatang.

11Jan/22

PTM: Terbukanya Gerbang Kreasi

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bersesi telah dimulai di MTsN 1 Kota Palangka Raya sejak hari Senin, 10 Januari 2022. PTM bersesi ini ditetapkan untuk memberikan kesempatan yang sama kepada siswa untuk belajar bertatap muka langsung dengan guru setiap harinya, juga belajar untuk mengembangkan karakter, seperti disiplin, tanggung jawab, mandiri, untuk berinteraksi dengan orang lain. Setiap minggu ada pergantian sif, di mana minggu ganjil mengharuskan siswa bernomor ganjil untuk datang ke madrasah pada sesi pagi, dan siswa yang bernomor genap pada sesi sore. Durasi belajar memang masih sangat pendek, yaitu separuh dari ketentuan pembelajaran normal.

Pembelajaran daring yang dilaksanakan selama pandemi menemui banyak kekurangan. Bagi siswa yang aktif dan mandiri mereka tak banyak menemui kesulitan. Namun, bagi yang kurang terbiasa mencari informasi sendiri maka kesulitan terbesar adalah disiplin diri. Hambatan ini banyak dikeluhkan oleh guru, siswa hingga orang tua karena siswa lebih banyak berinteraksi dengan gawai daripada dengan orang tua, teman bahkan guru, meski melalui media Whatsapp. Instruksi kegiatan belajar banyak diabaikan.

Dengan pemberlakuan pembelajaran tatap muka semi normal ini. guru merasakan kembali suasana seperti sediakala sebelum pandemi. Bel masuk dan pergantian pelajaran sudah berbunyi kembali. “Mendengar bel begini rasanya aku menjadi guru seutuhnya.” ungkap Kurniasih sambil tersenyum bahagia. Saat daring, memang guru-guru tetap berada di madrasah. Beberapa ada yang mengajar di kelas, di ruang guru, di laboratorium, atau ruangan lain yang nyaman ketika bersemuka dengan siswa melalui ruang zoom atau google meet. Akan tetapi, kehadiran siswa jarang yang ajeg mencapai seratus persen. “Meski kita mengajar dua sesi dan waktunya terbatas, menjelaskan secara langsung kepada siswa itu lebih mudah. Kita juga jelas mengetahui karakter mereka dari sikap dan kebiasaan,” tutur Radiah pengampu Fiqih.

Alhamdulillah, madrasah tak sepi lagi. Ada kebahagiaan tersendiri berkumpul dan berinteraksi dengan siswa. Selain itu pembelajaran yang terjadi lebih bermakna. Dengan bertemunya siswa dengan teman-teman, mereka memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan potensi dan daya kreasi.” tukas Rita Sukaesih yang berkeliling sambil melihat kegiatan siswa merangkai gelas plastik untuk membuat lampion. Menurut penuturannya, madrasah akan kembali berseri, tidak hanya karena lampion hasil karya mereka, tetapi madrasah kembali memiliki nyawa.

04Jan/22

Penghargaan Madrasah Terbaik: Apresiasi dan Motivasi

Usai mengikuti upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-76 Kementerian Agama Republik Indonesia, Rita Sukaesih menerima penghargaan madrasah terbaik kategori guru dan siswa berprestasi terbanyak se-Kalteng. Dua tropi dan piagam diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, H. Noor Fahmi, didampingi oleh Kabid Pendidikan Madrasah, Achmad Farichin.

Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kanwil Kemenag Provinsi Kalteng ini juga memberikan penghargaan kepada sepuluh madrasah lain dari MI, MTs dan MA. Penghargaan tersebut diberikan untuk memberikan apresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan oleh madrasah dalam upaya mengembangkan pendidikan sesuai karakter lingkungan masing-masing.

MTsN 1 Kota yang telah mendapatkan predikat sebagai Madrasah Unggulan bidang akademik sejak Maret 2021, terus berupaya mempertahankan dan meningkatkan kualitas dengan mengikuti beragam kompetisi di bidang akademik. Meski demikian, siswa yang memiliki kapasitas non akademik tetap mendapatkan perhatian yang sama. Hal ini ditunjukkan dengan keikutsertaan siswa-siswi dalam ajang Lomba Ketrampilan Baris Berbaris (LKBB) yang dilaksanakan pada bulan November yang lalu dan meraih juara ke-2.

Memberikan penghargaan baik kepada individu, kelompok, bahkan lembaga merupakan salah satu upaya yang dilakukan seorang pemimpin untuk memberikan pengakuan, apresiasi dan motivasi. Motivasi memang seharusnya muncul dari dalam diri seseorang untuk dapat meningkatkan atau membangkitkan antusiasme dalam melakukan sebuah tindakan dengan tujuan tertentu. Akan tetapi, ketika motivasi dari luar diri seseorang turut memberikan andil maka efek yang ditimbulkan pun sangat luar biasa.

Harapannya, dengan adanya penghargaan ini semangat untuk berkompetisi, berkarya, dan berinovasi baik dari guru, tenaga kependidikan, dan siswa terus meningkat. Sehingga, masyarakat akan menilai bahwa pendidikan di madrasah berperan besar dalam mendidik siswa berkarakter sebagai generasi muda yang mandiri dan berprestasi.

✍️ Isna Indriati

09Dec/21

Lesson Study

Guru IPA MTsN 1 lakukan Lesson Study

Palangka Raya (Humas) – MTsN 1 Kota Palangka Raya menjalin kemitraan LPTK Prodi Biologi Universitas Palangka Raya. Sejak dua bulan lalu kegiatan untuk guru IPA ini mengadakan kegiatan Lesson Study yang diawali dengan workshop dan pendampingan pengembangan strategi pembelajaran. Empat guru IPA yang terlibat adalah Tri Murni Handayani. Nurhapsyah, Noorsibae, dan Erica Candraningrum. Rita Sukaesih, Kepala Madrasah yang memiliki latar belakang guru IPA juga turut aktif selama kegiatan.

Target dari Lesson Study ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru terhadap siswa, dimana pembelajaran yang tadinya berpusat pada guru sekarang harus berpusat pada siswa yang aktif. “Supaya siswa aktif maka seorang guru dituntut harus inovatif, dengan Lesson Study ini guru tersebut dilatih supaya berinovasi. Oleh karena itu seorang guru dalam menerapkan pembelajaran lesson study harus mempunyai keterampilan berinovasi agar tujuan pembelajaran tercapai yaitu siswa aktif”, tegas Rita yang tak pernah absen dalam memonitor kegiatan. 

Sebagai salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah Pengabdian Kepada Masyarakat. Shanty Savitri, dosen pendamping kegiatan, menyatakan bahwa kemitraan LPTK Prodi Biologi dan MTsN 1 Kota ini tidak hanya melihat kemampuan guru saat mengajar tetapi membimbing sekaligus belajar bersama mulai dari merancang pembelajaran, membuat Action Plan, lalu praktik mengajar di kelas, serta melakukan observasi untuk mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran beserta hasilnya. “Kami mengharapkan hasil dari Lesson Study ini dapat dituangkan ke dalam artikel sehingga tidak hanya guru yang hadir dan menjadi observer dalam Open Class yang mendapatkan pengetahuan baru, tetapi guru dari sekolah atau madrasah lain, bahkan pengampu bidang studi lain juga ikut belajar dari artikel yang nanti akan dipublikasikan,” terangnya.

Sebagai guru model dalam Open Class baik daring maupun luring, Tri Murni Handayani dan Erika Candraningrum mengungkapkan bahwa kegiatan kemitraan ini memberikan tantangan baru untuk selalu menyiapkan pembelajaran dengan baik, khususnya di masa pandemi yang menuntut siswa selalu aktif merespon dan melakukan kegiatan mandiri. “Kata orang merencanakan itu sama artinya merencanakan keberhasilan. Tidak hanya bahan dan teknik, bahkan persiapan teknologi dan media harus menjadi perhatian utama agar pembelajaran berjalan dengan baik sesuai tujuan,” terang Tri Murni kemudian.

 

✍🏻 :  Isna Indriati

28May/21

LDK di Masa Pandemi

Palangka Raya (Humas) – Pelantikan pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTsN 1 Kota Palangka Raya periode 2021-2022 telah dilaksanakan Senin, 17 Mei kemarin oleh Kepala Madrasah. Sebagai tindak lanjut dari terbentuknya pengurus OSIM periode 2021-2022, pengurus terpilih mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang diselenggarakan oleh pembina OSIM. Dengan mengusung tema “Mewujudkan Pemimpin Milenial yang Berkarakter dalam Menghadapi Tantangan Global Industri 4.0” peserta LDK akan menyerap ilmu dan pengalaman dari para narasumber tentang kepemimpinan, menajemen organisasi, serta akhlak dan budi pekerti yang menjadi bekal untuk menjalankan organisasi dalam madrasah.

Selaras dengan tema kegiatan, Achmad Farichin yang membuka sekaligus memberikan materi pertama menekankan bahwa syarat utama menjadi pemimpin adalah disiplin, patuh kepada orang tua, selalu berdoa, memiliki motivasi tinggi dan tujuan yang baik. “Sebagai calon pemimpin masa depan, kalian tak hanya diwajibkan memiliki karakter pemimpin, dan motivator yang dapat memperkuat solidaritas antar anggota, tetapi juga berorientasi pada teknologi. Apalagi MTsN 1 sudah mendapat predikat Madrasah Unggulan bidang Akademik. Apa rencana yang akan kalian wujudkan untuk membangun madrasah?” tukas doctoral UNJ sekaligus memberikan pertanyaan pemicu untuk membangun pemikiran para peserta.

Rita Sukaesih juga menekankan bahwa kerja sama dalam sebuah organisasi merupakan syarat mutlak agar kegiatan dapat berjalan dengan baik. “Ibarat kita mau membangun rumah, kita tak hanya perlu bahan, seperti batu bata, pasir, kerikil, dan semen, tetapi juga tenaga dan biaya. Di atas itu, yang lebih penting adalah rencana. Di situlah awal mula kalian belajar manajemen.”

Kegiatan yang dijadwalkan selama tiga hari ini diikuti oleh 22 peserta dan dilaksanakan secara tatap muka di aula MTsN 1 Kota Palangka Raya dengan protokol kesehatan. “Kami sudah melayangkan ijin ke Gugus Covid-19 dan mendapatkan edukasi bersama Pak Zarkasi tentang ketentuan-ketentuan penyelenggaraan kegiatan,” tutur Pamilia Wika, ketua penyelenggara kegiatan LDK usai menyiapkan daftar periksa di hari kedua. Tanpa mengurangi esensi kegiatan, pembatasan waktu kegiatan dan materi LDK semata demi membekali pengurus OSIM dengan ilmu untuk mengembangkan karakter kepemimpinan.

Kegiatan terakhir yang bakal diikuti pengurus OSIM adalah Forum Group Discussion (FGD).  Dalam sesi ini, para peserta LDK berdiskusi dan menganalisis rencana program kerja yang sudah dibuat serta isu-isu teraktual seputar OSIM dan kegiatan-kegiatan madrasah lainnya. Melalui LDK ini, diharapkan para anggota OSIM baru periode 2021-2022 dapat tetap solid dan amanah dalam menjalankan tugas-tugasnya sesuai bidang kerja masing-masing. 

“Kalian adalah calon pemimpin, jadi harus siap jadi teladan, mulai dari kemandirian, kedisiplinan,  dan sikap. Selain itu kalian harus siap meluangkan waktu untuk turut serta memajukan madrasah sesuai dengan kemampuan kalian melalui organisasi ini,” tegas Kurniasih saat menyampaikan materi tentang akhlak dan budi pekerti.

✍🏻 :  Isna Indriati.

02Dec/20

Penilaian Akhir Semester (PAS) berbasis komputer dan android

Penilaian Akhir Semester (PAS) berbasis komputer dan android merupakan solusi penyelenggaraan penilaian secara daring. Layaknya setiap upaya, pasti ada ujian dalam penerapannya. Kendala jaringan merupakan keluhan yang sering muncul selama tiga hari berjalan. “Beberapa mengeluhkan tidak bisa login. Katanya di layar ada tulisan eror,” ungkap Riwut Sinta dan beberapa wali kelas yang selalu siap mengawasi kesiapan siswa melalui grup kelas. Ruang guru MTsN 1 Kota Palangka Raya diwarnai kekompakan proktor dan wali kelas agar PAS berjalan lancar dan tertib.

“Panitia siap membantu siswa yang kesulitan mengakses PAS. Bahkan ada beberapa yang datang ke madrasah, terutama karena keluhan jaringan. Beberapa aplikasi di HP mereka juga kurang support, jadi mereka harus menggunakan browser lain agar bisa mengerjakan ujian,” terang Rita Sukaesih saat mendampingi salah satu siswa yang datang ke madrasah dan mengerjakan di kursi di halaman. Panitia sudah menyiapkan lab. Komputer bagi siswa yang terkendala ujian. Namun, siswa yang datang memilih mengerjakan di luar ruangan dengan HP yang mereka bawa. Siswa yang mengaku kehabisan data pun mendapat bantuan kuota kembali agar dapat melaksanakan ujian dengan lancar. 

Pelaksanaan PAS ini seperti pembelajaran daring biasanya juga memerlukan partisipasi orang tua untuk mengingatkan dan mengawasi siswa selama di rumah. Kerja sama yang baik antara orang tua dan pihak sekolah menjadi penentu keberhasilan dan kualitas belajar siswa. (Isna Indriati)