11Jan/22

PTM: Terbukanya Gerbang Kreasi

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bersesi telah dimulai di MTsN 1 Kota Palangka Raya sejak hari Senin, 10 Januari 2022. PTM bersesi ini ditetapkan untuk memberikan kesempatan yang sama kepada siswa untuk belajar bertatap muka langsung dengan guru setiap harinya, juga belajar untuk mengembangkan karakter, seperti disiplin, tanggung jawab, mandiri, untuk berinteraksi dengan orang lain. Setiap minggu ada pergantian sif, di mana minggu ganjil mengharuskan siswa bernomor ganjil untuk datang ke madrasah pada sesi pagi, dan siswa yang bernomor genap pada sesi sore. Durasi belajar memang masih sangat pendek, yaitu separuh dari ketentuan pembelajaran normal.

Pembelajaran daring yang dilaksanakan selama pandemi menemui banyak kekurangan. Bagi siswa yang aktif dan mandiri mereka tak banyak menemui kesulitan. Namun, bagi yang kurang terbiasa mencari informasi sendiri maka kesulitan terbesar adalah disiplin diri. Hambatan ini banyak dikeluhkan oleh guru, siswa hingga orang tua karena siswa lebih banyak berinteraksi dengan gawai daripada dengan orang tua, teman bahkan guru, meski melalui media Whatsapp. Instruksi kegiatan belajar banyak diabaikan.

Dengan pemberlakuan pembelajaran tatap muka semi normal ini. guru merasakan kembali suasana seperti sediakala sebelum pandemi. Bel masuk dan pergantian pelajaran sudah berbunyi kembali. “Mendengar bel begini rasanya aku menjadi guru seutuhnya.” ungkap Kurniasih sambil tersenyum bahagia. Saat daring, memang guru-guru tetap berada di madrasah. Beberapa ada yang mengajar di kelas, di ruang guru, di laboratorium, atau ruangan lain yang nyaman ketika bersemuka dengan siswa melalui ruang zoom atau google meet. Akan tetapi, kehadiran siswa jarang yang ajeg mencapai seratus persen. “Meski kita mengajar dua sesi dan waktunya terbatas, menjelaskan secara langsung kepada siswa itu lebih mudah. Kita juga jelas mengetahui karakter mereka dari sikap dan kebiasaan,” tutur Radiah pengampu Fiqih.

Alhamdulillah, madrasah tak sepi lagi. Ada kebahagiaan tersendiri berkumpul dan berinteraksi dengan siswa. Selain itu pembelajaran yang terjadi lebih bermakna. Dengan bertemunya siswa dengan teman-teman, mereka memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan potensi dan daya kreasi.” tukas Rita Sukaesih yang berkeliling sambil melihat kegiatan siswa merangkai gelas plastik untuk membuat lampion. Menurut penuturannya, madrasah akan kembali berseri, tidak hanya karena lampion hasil karya mereka, tetapi madrasah kembali memiliki nyawa.

04Jan/22

Penghargaan Madrasah Terbaik: Apresiasi dan Motivasi

Usai mengikuti upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-76 Kementerian Agama Republik Indonesia, Rita Sukaesih menerima penghargaan madrasah terbaik kategori guru dan siswa berprestasi terbanyak se-Kalteng. Dua tropi dan piagam diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, H. Noor Fahmi, didampingi oleh Kabid Pendidikan Madrasah, Achmad Farichin.

Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kanwil Kemenag Provinsi Kalteng ini juga memberikan penghargaan kepada sepuluh madrasah lain dari MI, MTs dan MA. Penghargaan tersebut diberikan untuk memberikan apresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan oleh madrasah dalam upaya mengembangkan pendidikan sesuai karakter lingkungan masing-masing.

MTsN 1 Kota yang telah mendapatkan predikat sebagai Madrasah Unggulan bidang akademik sejak Maret 2021, terus berupaya mempertahankan dan meningkatkan kualitas dengan mengikuti beragam kompetisi di bidang akademik. Meski demikian, siswa yang memiliki kapasitas non akademik tetap mendapatkan perhatian yang sama. Hal ini ditunjukkan dengan keikutsertaan siswa-siswi dalam ajang Lomba Ketrampilan Baris Berbaris (LKBB) yang dilaksanakan pada bulan November yang lalu dan meraih juara ke-2.

Memberikan penghargaan baik kepada individu, kelompok, bahkan lembaga merupakan salah satu upaya yang dilakukan seorang pemimpin untuk memberikan pengakuan, apresiasi dan motivasi. Motivasi memang seharusnya muncul dari dalam diri seseorang untuk dapat meningkatkan atau membangkitkan antusiasme dalam melakukan sebuah tindakan dengan tujuan tertentu. Akan tetapi, ketika motivasi dari luar diri seseorang turut memberikan andil maka efek yang ditimbulkan pun sangat luar biasa.

Harapannya, dengan adanya penghargaan ini semangat untuk berkompetisi, berkarya, dan berinovasi baik dari guru, tenaga kependidikan, dan siswa terus meningkat. Sehingga, masyarakat akan menilai bahwa pendidikan di madrasah berperan besar dalam mendidik siswa berkarakter sebagai generasi muda yang mandiri dan berprestasi.

✍️ Isna Indriati

09Dec/21

Lesson Study

Guru IPA MTsN 1 lakukan Lesson Study

Palangka Raya (Humas) – MTsN 1 Kota Palangka Raya menjalin kemitraan LPTK Prodi Biologi Universitas Palangka Raya. Sejak dua bulan lalu kegiatan untuk guru IPA ini mengadakan kegiatan Lesson Study yang diawali dengan workshop dan pendampingan pengembangan strategi pembelajaran. Empat guru IPA yang terlibat adalah Tri Murni Handayani. Nurhapsyah, Noorsibae, dan Erica Candraningrum. Rita Sukaesih, Kepala Madrasah yang memiliki latar belakang guru IPA juga turut aktif selama kegiatan.

Target dari Lesson Study ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru terhadap siswa, dimana pembelajaran yang tadinya berpusat pada guru sekarang harus berpusat pada siswa yang aktif. “Supaya siswa aktif maka seorang guru dituntut harus inovatif, dengan Lesson Study ini guru tersebut dilatih supaya berinovasi. Oleh karena itu seorang guru dalam menerapkan pembelajaran lesson study harus mempunyai keterampilan berinovasi agar tujuan pembelajaran tercapai yaitu siswa aktif”, tegas Rita yang tak pernah absen dalam memonitor kegiatan. 

Sebagai salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah Pengabdian Kepada Masyarakat. Shanty Savitri, dosen pendamping kegiatan, menyatakan bahwa kemitraan LPTK Prodi Biologi dan MTsN 1 Kota ini tidak hanya melihat kemampuan guru saat mengajar tetapi membimbing sekaligus belajar bersama mulai dari merancang pembelajaran, membuat Action Plan, lalu praktik mengajar di kelas, serta melakukan observasi untuk mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran beserta hasilnya. “Kami mengharapkan hasil dari Lesson Study ini dapat dituangkan ke dalam artikel sehingga tidak hanya guru yang hadir dan menjadi observer dalam Open Class yang mendapatkan pengetahuan baru, tetapi guru dari sekolah atau madrasah lain, bahkan pengampu bidang studi lain juga ikut belajar dari artikel yang nanti akan dipublikasikan,” terangnya.

Sebagai guru model dalam Open Class baik daring maupun luring, Tri Murni Handayani dan Erika Candraningrum mengungkapkan bahwa kegiatan kemitraan ini memberikan tantangan baru untuk selalu menyiapkan pembelajaran dengan baik, khususnya di masa pandemi yang menuntut siswa selalu aktif merespon dan melakukan kegiatan mandiri. “Kata orang merencanakan itu sama artinya merencanakan keberhasilan. Tidak hanya bahan dan teknik, bahkan persiapan teknologi dan media harus menjadi perhatian utama agar pembelajaran berjalan dengan baik sesuai tujuan,” terang Tri Murni kemudian.

 

✍🏻 :  Isna Indriati

28May/21

LDK di Masa Pandemi

Palangka Raya (Humas) – Pelantikan pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTsN 1 Kota Palangka Raya periode 2021-2022 telah dilaksanakan Senin, 17 Mei kemarin oleh Kepala Madrasah. Sebagai tindak lanjut dari terbentuknya pengurus OSIM periode 2021-2022, pengurus terpilih mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang diselenggarakan oleh pembina OSIM. Dengan mengusung tema “Mewujudkan Pemimpin Milenial yang Berkarakter dalam Menghadapi Tantangan Global Industri 4.0” peserta LDK akan menyerap ilmu dan pengalaman dari para narasumber tentang kepemimpinan, menajemen organisasi, serta akhlak dan budi pekerti yang menjadi bekal untuk menjalankan organisasi dalam madrasah.

Selaras dengan tema kegiatan, Achmad Farichin yang membuka sekaligus memberikan materi pertama menekankan bahwa syarat utama menjadi pemimpin adalah disiplin, patuh kepada orang tua, selalu berdoa, memiliki motivasi tinggi dan tujuan yang baik. “Sebagai calon pemimpin masa depan, kalian tak hanya diwajibkan memiliki karakter pemimpin, dan motivator yang dapat memperkuat solidaritas antar anggota, tetapi juga berorientasi pada teknologi. Apalagi MTsN 1 sudah mendapat predikat Madrasah Unggulan bidang Akademik. Apa rencana yang akan kalian wujudkan untuk membangun madrasah?” tukas doctoral UNJ sekaligus memberikan pertanyaan pemicu untuk membangun pemikiran para peserta.

Rita Sukaesih juga menekankan bahwa kerja sama dalam sebuah organisasi merupakan syarat mutlak agar kegiatan dapat berjalan dengan baik. “Ibarat kita mau membangun rumah, kita tak hanya perlu bahan, seperti batu bata, pasir, kerikil, dan semen, tetapi juga tenaga dan biaya. Di atas itu, yang lebih penting adalah rencana. Di situlah awal mula kalian belajar manajemen.”

Kegiatan yang dijadwalkan selama tiga hari ini diikuti oleh 22 peserta dan dilaksanakan secara tatap muka di aula MTsN 1 Kota Palangka Raya dengan protokol kesehatan. “Kami sudah melayangkan ijin ke Gugus Covid-19 dan mendapatkan edukasi bersama Pak Zarkasi tentang ketentuan-ketentuan penyelenggaraan kegiatan,” tutur Pamilia Wika, ketua penyelenggara kegiatan LDK usai menyiapkan daftar periksa di hari kedua. Tanpa mengurangi esensi kegiatan, pembatasan waktu kegiatan dan materi LDK semata demi membekali pengurus OSIM dengan ilmu untuk mengembangkan karakter kepemimpinan.

Kegiatan terakhir yang bakal diikuti pengurus OSIM adalah Forum Group Discussion (FGD).  Dalam sesi ini, para peserta LDK berdiskusi dan menganalisis rencana program kerja yang sudah dibuat serta isu-isu teraktual seputar OSIM dan kegiatan-kegiatan madrasah lainnya. Melalui LDK ini, diharapkan para anggota OSIM baru periode 2021-2022 dapat tetap solid dan amanah dalam menjalankan tugas-tugasnya sesuai bidang kerja masing-masing. 

“Kalian adalah calon pemimpin, jadi harus siap jadi teladan, mulai dari kemandirian, kedisiplinan,  dan sikap. Selain itu kalian harus siap meluangkan waktu untuk turut serta memajukan madrasah sesuai dengan kemampuan kalian melalui organisasi ini,” tegas Kurniasih saat menyampaikan materi tentang akhlak dan budi pekerti.

✍🏻 :  Isna Indriati.

02Dec/20

Penilaian Akhir Semester (PAS) berbasis komputer dan android

Penilaian Akhir Semester (PAS) berbasis komputer dan android merupakan solusi penyelenggaraan penilaian secara daring. Layaknya setiap upaya, pasti ada ujian dalam penerapannya. Kendala jaringan merupakan keluhan yang sering muncul selama tiga hari berjalan. “Beberapa mengeluhkan tidak bisa login. Katanya di layar ada tulisan eror,” ungkap Riwut Sinta dan beberapa wali kelas yang selalu siap mengawasi kesiapan siswa melalui grup kelas. Ruang guru MTsN 1 Kota Palangka Raya diwarnai kekompakan proktor dan wali kelas agar PAS berjalan lancar dan tertib.

“Panitia siap membantu siswa yang kesulitan mengakses PAS. Bahkan ada beberapa yang datang ke madrasah, terutama karena keluhan jaringan. Beberapa aplikasi di HP mereka juga kurang support, jadi mereka harus menggunakan browser lain agar bisa mengerjakan ujian,” terang Rita Sukaesih saat mendampingi salah satu siswa yang datang ke madrasah dan mengerjakan di kursi di halaman. Panitia sudah menyiapkan lab. Komputer bagi siswa yang terkendala ujian. Namun, siswa yang datang memilih mengerjakan di luar ruangan dengan HP yang mereka bawa. Siswa yang mengaku kehabisan data pun mendapat bantuan kuota kembali agar dapat melaksanakan ujian dengan lancar. 

Pelaksanaan PAS ini seperti pembelajaran daring biasanya juga memerlukan partisipasi orang tua untuk mengingatkan dan mengawasi siswa selama di rumah. Kerja sama yang baik antara orang tua dan pihak sekolah menjadi penentu keberhasilan dan kualitas belajar siswa. (Isna Indriati)

18Nov/20

Kompetisi Sains Madrasah Online (KSMO)

Duta MTsN 1 Kota Palangka Raya Berjuang di KSMO

Bugar Muhammad, salah satu duta MTsN 1 Kota Palangka Raya berlaga di Kompetisi Sains Madrasah Online yang diselenggarakan pagi ini, Selasa, 10 November 2020, tepat di Hari Pahlawan. “Penuh tantangan, Soalnya dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.” bisiknya sambil tersenyum.  

“Bimbingan KSMO  memang lebih kompleks karena siswa harus belajar dua hal, pengetahuan umum dan agama. Jadi siswa belajar tentang keterkaitan ilmu dengan Al Qur’an dan Hadits. Ada dua pembimbing yang mendampingi mereka, pembimbing mapel dan agama.” tukas Eny Listyowati, pembimbing Matematika, di sela-sela mendampingi siswa di Laboratorium Kecakapan MTsN 1 Kota Palangka Raya.

Rita Sukaesih pun selalu memonitor dan memberi support kepada tiga duta MTsN 1 Kota Palangka Raya; Bugar Muhammad Dzikrullah (Matematika), M. Riefanda Saputra (IPA), dan Siti Hefiyah Cahyani (IPS) selama proses bimbingan.

“Pandemi bukan penghalang kita untuk berprestasi. KSMO merupakan ikhtiar untuk memfasilitasi pelajar madrasah memaksimalkan potensi, bersaing sportif dan mengukir prestasi,” tegasnya. (Isna Indriati)

18Nov/20

Hari Pahlawan ke 75

MTsN 1 Kota Peringati Hari Pahlawan

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan. Pesan Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno ini patut ditanamkan kepada diri kita, terutama sebagai pendidik. Sejalan dengan pesan bijak ini, Kepala MTsN 1 Kota Palangka Raya dalam sambutannya saat upacara peringatan Hari Pahlawan ke 75, Selasa (10/11) menyampaikan bahwa keteladanan para pahlawan perlu diterapkan dalam rutinitas kita.

“Musuh kita saat ini bukanlah rongrongan penjajah, sehingga kita tak perlu mengangkat senjata. Satu kewajiban kita adalah melawan kemalasan. Kedisiplinan adalah senjata utama untuk melawannya. Kedisiplinan pula yang menjadi kesuksesan, dalam bidang apapun. Maka, mari kita mulai dengan berdisiplin diri,” ungkap Rita dengan semangat. 

Upacara peringatan yang diikuti seluruh ASN di MTsN 1 Kota Palangka Raya ini berlangsung khidmat. Pun, upacara ini merupakan wujud meneladani semangat dan nilai kepahlawanan dengan menjadikan diri sebagai pribadi yang baik dan patut menjadi panutan. Sesuai dengan motto MTsN 1 Kota Palangka Raya, Siap, Islami, Berprestasi, Rita mengingatkan kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan agar selalu siap menjadi pioneer kebaikan. (Isna Indriati)

18Nov/20

Pelatihan Pengelola Dana BOS

Kepala MTsN 1 Kota Ikuti Pelatihan BOS

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan program bantuan pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas melalui peningkatan pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun. Dana BOS dialokasikan untuk pemenuhan dan pengembangan mutu 8 Standar Pendidikan. Kepala MTsN 1 Kota Palangka Raya, Rita Sukaesih mengikuti Pelathan Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Angkatan II yang diselenggarakan secara daring oleh Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama sejak tanggal 4 hingga 17 November 2020 mendatang. Ada tiga narasumber utama dalam pelatihan ini, Arbain, Heni Mardiningsih, dan Lela Rochmatin Emod. Ketiganya menyampaikan materi Tata Cara Pengelolaan Dana BOS, Standarisasi dan Komponen Pembiayaan BOS Madrasah, Pengendalian Internal, serta Pelaporan dan Pertanggungjawaban Keuangan BOS. 

“Pelatihan ini memberikan ilmu yang bermanfaat, meski saya merasa salah kamar. Mayoritas peserta pelatihan ini bendahara BOS, pengelola keuangan. Dengan begini saya paham perubahan kebijakan dan aturan pengelolaan dana terbaru,” tandas Rita Sukaesih. Bagi banyak ASN yang telah mengikuti pelatihan atau Bimtek moda daring, kegiatan seperti ini cukup melelahkan karena harus bertahan di depan laptop hampir sehari penuh. Namun, dampak pandemi Covid-19 pun membawa semua pihak beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang luar biasa agar kegiatan terus berjalan.

Mengutip amanat Kapusdiklat, Rudi Subiyantoro, Rita menyampaikan bahwa pemerintahan yang bersih dan tata kelola yang baik merupakan kunci kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Ini merupakan salah satu tugas kita sebagai ASN yang harus mengimplementasikan prinsip transparansi dan akuntabilitas sebagai lembaga yang bersentuhan langsung dengan masyarakat khususnya di bidang pendidikan. Orang tua siswa atau komite sekolah/madrasah merupakan organisasi pendamping yang berperan dalam mengawasi pengelolaan dana serta memberdayakan masyarakat dalam pengembangan pendidikan.” tuturnya dengan penuh semangat. (Isna Indriati)

20Jul/20

MATSAMA

Masa Ta`aruf Siswa Madrasah (Matsama) 2020  MTsN 1 Kota Palangka Raya digelar untuk menyambut siswa baru Tahun Pelajaran 2020-2021.  Kegiatan ini berlangsung selama enam hari mulai tanggal 15  s.d 21 Juli 2020.  Matsama tahun ini  diikuti 192 siswa baru MTsN 1 Kota Palangka Raya. Oleh panitia penyelenggara, teknik pelaksanaan Matsama pada masa pandemi ini  dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan sebagaimana yang direkomendasikan oleh tim covid-19. Karena itu, kegiatan Matsama dibagi menjadi enam kelompok yang masing-masing berjumlah 32 orang dengan hari yang berbeda. Ketua Panitia Matsama MTsN 1 Kota Palangka Raya, M. Sir Hasanal Kholqi  mengatakan, Matsama tahun ini mengusung tema Membentuk pribadi siswa yang  cerdas, kreatif, inovatif dan beraklhlak mulia. Ketua juga menambahkan pertemuan tatap muka secara langsung hanya dilakukan sekali ini saja, selanjutnya PBM dilakukan secara online, “maka ikutilah kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, konsentrasi dan lebih fokus agar informasi yang disampaikan oleh panitia tidak ketinggalan,”ucapnya.

Acara  dibuka oleh Kepala MTsN 1  Kota Palangka Raya Rita Sukaesih.  Dalam sambutannya berpesan “Ikuti kegiatan Matsama dengan sungguh-sungguh, karena banyak informasi penting yang bersifat mendasar, yang harus diketahui oleh siswa terutama sekali siswa harus mengetahui tata cara penggunaan aplikasi belajar pada masa covid – 19, ” ucapnya.

Kepala madrasah juga menambahkan agar para siswa senantiasa menjaga kesehatan dengan memperhatikan petunjuk kesehatan yang direkomendasikan oleh tim covid–

19 Kota Palangka Raya dan jangan lupa beribadah, berdoa agar terpelihara dari wabah yang selama ini masih melanda Kota Palangka Raya, semoga kita semua selalu mendapatkan pertolongan dan kemudahan dari Allah SWT.” pesannya.

Kegiatan Matsama ini diisi dengan sejumlah materi yang disesuaikan dengan kondisi pada masa covid–19. Materi yang disuguhkan oleh panitia meliputi pengenalan lingkungan dengan menggunakan video, tata tertib, akhlak, eskul dan strategi belajar pada masa covid 19 menggunakan lcd proyektor. Pemateri yang dihadirkan adalah Kepala Madrasah dan guru  yang kompeten dibidangnya masing-masing.

Kepala MTsN 1 Kota Palangka Raya Rita Sukaesih. berpesan bagi semua peserta Matsama agar dapat mengikuti kegiatan Matsama dengan sebaik-baiknya. Karena salah satu tujuannya adalah agar siswa baru dapat beradaptasi dengan budaya dan program belajar di lingkungan MTsN 1 Kota Palangka Raya,” tambahnya. (sabur,**)